Laman

Tampilkan postingan dengan label gadogado puitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gadogado puitis. Tampilkan semua postingan

20.4.11

Mencintai

Mencintai...

ketika aku menemukan sosokmu
di penghujung tahun..
terlepas siapa  diriku..dan siapa dirimu..

Mencintai...

bukanlah bagaimana aku mengenalmu, melainkan percaya takdirlah yang menautkan pertemuan ini

Mencintai...

bukanlah apa yang akan ku lihat, melainkan apa yang saat ini ku rasakan

Mencintai...


memimpikanmu ada disampingku melewati masa-masa yang akan datang..

berani mencintaimu...berani menginginkanmu...


14.4.11

kangen level 1

every word you say i think
i should write down
don't want to forget come daylight
and no need to worry
that's wastin time
and no need to wonder
what's been on my mind
it's you
it's you
it's you.............

*malam ini liat bulan penuh..pengen ngajak kamu liat bulan juga..^^

9.1.11

keep istiqomah

Duhai hati..
Tetaplah istiqamah..
Walau itu berat bagimu..
Percayalah kau mampu menjalaninya..
Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..

Terpautnya kau duhai hatiku pada Sang Khalik..
Akan membuatmu semakin cantik dan tangguh..
Karena kau adalah mutiara di lautan..
Yang akan terus terjaga sampai masa memisahkan..

Duhai hati.. Tetaplah istiqamah..

8.1.11

gak ada judul gak ada rasa

kelabu di setiap sore, sudah menjadi teman akrab
sama seperti yang lalu-lalu..
menikmati dinginnya hujan di samping jendela
ada keasyikan tersendiri, mengamati loncata-loncatan
partikel tanah yang terpukul butiran hujan yang menderas jatuh dari langit.

dalam pandangan membumbung tinggi
terlukis begitu banyak keinginan jiwa,
memikirkan satu keinginan...
ya..satu keinginan itu
dibawa jemariku..yang menggoreskan satu nama
di kaca jendela ini,
hujan bisa membacanya, nama yang ku tuliskan di kabut jendela.

perhatikanlah..telitilah..carilah lagi..
satu kata ambigu yang ku tujukan pada bayanganmu tempo hari dulu..
semoga kau mau menerimanya
semoga kau bisa mengerti
karena terlalu malu jika kelak aku yang harus dulu mengatakannya.

didalam sujud-sujud malam ku, aku meminta pada Robb ku,
agar menjadikan mu yang terbaik yang Dia pilihkan..
sajadahku bisa melihat,
tetesan-tetesan air mataku karena memintamu..
lirihku dalam rentetan do'a karena memintamu..
dan backpack ku pun bisa merasakan,
gundahku di setiap kesibukan yang kukerjakan karena ingin disampingmu..

hujan...
nama mu mulai mengabur di kaca jendela itu..
semoga Robb ku pun tidak mengaburkan namamu dalam lembaran takdirku.

Seseorang yang disampingku

…terakhir dulu aku melihatmu pada pertemuan yang tidak disengaja

Bila sekejap itupun diartikan sebagai senyuman ruh,
keadaan semesta hati tentu akan lebih baik dari sekarang

Mengingat semua kebaikanmu pada jalan emosiku
Kemana hendak kau adukan kekecewaan dan rasa marah itu?

Sekali-kali kamu harus mencoba untuk mengerti Tuhan
Sebebas tak ada yang bertanya ketika seseorang ditakdirkan demikian

Kalimat-kalimat langit yang kamu terjemahkan dengan indah
Berhenti pada persimpangan keputusan-keputusan prinsip hidup

Maka…kerasilah aku!
Dengan demikian seluruh diriku akan berputar serius
Kemudian…tuturkanlah dengan perlahan…
Hingga aku mencatatnya tidak sia-sia dan untuk memastikan bahwa aku masih peduli

Kalaupun kamu harus meninggalkan atau aku yang pergi,
biarlah saat-saat itu menjadi bagian dari diri kita
Karena daya hidup ini akan terus berjalan
Dan, aku pun ingin tetap berada disampingmu…